Tampilkan postingan dengan label Profil Musisi Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profil Musisi Indonesia. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 November 2013

Afgan yang lahir di Jakarta tanggal 27 Mei 1989 ini dibesarkan di tengah keluarga yang menggemari musik. Sejak bangku sekolah dia sudah sering diminta menyanyi meskipun hal itu sering ditolaknya karena malu.

Langkahnya di dunia musik berawal ketika dia menyanyi dan merekam suaranya untuk koleksi pribadi di WannaB Instant Recording Studio. Produser dari WannaB production rupanya mencium bakat besar dari pria berkacamata ini dan kemudian menawarinya untuk rekaman. Awalnya dia sempat ragu, namun akhirnya dia menerima tawaran itu dan langsung masuk dapur rekaman. Sejumlah musisi ternama pun turut membantu penggarapan albumnya, antara lain Fajar LMN, Harry Budiman (produser Tangga), Deddy Dhukun, dan Dian Pramana Putra, dan Bebi Romeo.


Tanggal 25 Januari 2008, album perdananya yang diberi judul Confession No. 1 dirilis. Album bernuansa pop, soul, R&B, dan jazz ini dalam sekejap mampu melejitkan nama Afgan. Lagu-lagunya seperti Terima Kasih Cinta, Sadis, Klise dan Tanpa Batas Waktu mampu mencuri perhatian para penikmat musik, terutama kaum hawa. Berkat album ini, Afgan mampu menyabet penghargaan Most Favorite Male dan Artist Of The Year dalam MTV Indonesia Award.

Album keduanya rencananya akan dirilis pada pertengahan tahun 2009 ini. Dia juga sudah merilis sebuah singel yang berjudul Bukan Cinta Biasa yang juga menjadi soundtrack film berjudul sama.

Awalnya band ini bernama Water, tapi karena ingin lebih Indonesia akhirnya mereka mengganti nama menjadi AER. Band yang berdiri pada bulan Januari 1998 ini beranggotakan Debora Monica Lopez (Mona - vokal), Lani (vokal), Leonardus Arnoldus Maitius (Leo - bass), Taufan (drum), dan Eric Ferry (keyboard, perkusi). Album perdana mereka yang bertajuk Ingin Terbang dirilis pada tahun 1998.

Rabu, 20 November 2013

Adhitia Sofyan (lahir di Bandung, 6 November 1977; umur 36 tahun) merupakan seorang penyanyi dan musisi berkebangsaan Indonesia yang dikenal sebagai musisi kamar, karena seluruh lagu dalam albumnya direkam secara independen di dalam kamarnya sendiri. Lagunya yang paling dikenal adalah Adelaide Sky yang menjadi salah satu soundtrack untuk film Kambing Jantan: The Movie dan Memilihmu.

Karier

Pada tahun 1999 Adhitia pernah memiliki proyek solo. Salah satu lagunya (menurut pengakuan temannya) pernah memuncaki tangga lagu indie di radio Ardan FM Bandung. Namun karier bermusiknya tidak berlanjut. Ia berkecimpung di industri periklanan dengan menjadi desainer grafis di Matari Advertising.
Setelah cukup mapan di Virus Communications, Adhitia kembali menjadi musisi. Dengan format akustik, ia mulai merekam beberapa lagu. EP perdananya, I’m Not Getting Any Slimmer, So Here We Go..., dicetak 100 kopi, walaupun awalnya ia hanya menginginkan 20 kopi. Sisanya ia bagikan secara gratis dengan ongkos kirim ditanggung oleh Adhitia sendiri.
Adhitia mencoba mengirimkan EP-nya ke chart radio NuBuzz milik radio Prambors (ketika itu), dan pihak NuBuzz memilih 2 lagu, Adelaide Sky dan Memilihmu, untuk dimasukkan ke dalam tangga lagu. Kedua lagu inipun sukses memuncaki tangga lagu NuBuzz. Respon positif dari para pendengar membuat musisi yang pernah mengubur impiannya sebagai musisi karena gagal menjadi mahasiswa Berklee College of Music melanjutkan kariernya sebagai musisi.
Adhitia merilis album perdananya, Quiet Down, dengan konsep Freemium. Ia menyediakan album ini untuk diunduh secara gratis di blog pribadinya, disamping album fisik yang menawarkan kualitas audio yang lebih baik serta 1 lagu bonus. Namun ia mengalami masalah dalam distribusi album fisiknya. NuBuzz yang sebelumnya merilis album kompilasi Nu Buzz 1.1 (yang memuat lagu Memilihmu milik Adhitia), tidak mampu membantu mendistribusikan albumnya. Adhitia pun menunjuk Zapato Record sebagai distributor, namun distribusi albumnya tidak berjalan lancar. Album ini juga diedarkan di Jepang oleh distributor musik indie Disques Desinee dan Tower Records Jepang mendapat respon yang baik.
Album keduanya, Forget Your Plans, dirilis dalam konsep yang sama. Masih mengandalkan format akustik dan penjualan secara Freemium. Kali ini Adhitia menggandeng Demajors sebagai distributor. Di Jepang, album ini juga didistribusikan secara eksklusif oleh Production Desinee, perusahaan rekaman milik Disques Desinee.
Adhitia pernah tampil di acara Harmoni di SCTV pada bulan Agustus 2010. Penampilannya sepat menjadi bahan perbincangan di Twitter.
Pada 20 Desember 2010, Adhitia mengumumkan akan merekam album ketiganya.
Pada Bulan September 2011, Adhitia melakukan tour di Jepang. Salah satu pertunjukannya, pada tanggal 24 September 2011 di Saravah Music Lounge, Tokyo, direkam dan diedarkan secara gratis.

Album

  • Quiet Down (2009)
  • Forget Your Plans (2010)
  • How To Stop Time (2012)
Source

Abdul and The Coffee theory Profile

Semula Abdul adalah penyanyi yang berkonsep Solo. Pria kelahiran 1983 ini terkenal dengan genre musik yang universal seperti pop, jazz ringan (easy listening) dan sentuhan blues. Karakter vokal yang unik darinya, membuat semua karyanya menarik dari segala sisi sampai akhirnya konsep BAND (penambahan The Coffee Theory) di belakang namanya membuat sebuah perubahan besar. 

Tiga Album yang telah rilis (Bersandinglah  2007, Loveable 2008, Love Theory  2010) dan yang segera rilis album RocketLove  Januari 2012 dari Abdul & The Coffee Theory ini sangat kental dengan sentuhan Pop Jazzy yang ringan lengkap dengan lirik sederhana dan sangat jujur yang pastinya akan lebih mudah menyentuh hati orang yang mendengarkan musiknya. Enggak hanya menawarkan lagu dengan pop dan easy jazz yang dibalut esensi folk riang khas mereka, Abdul and The Coffee Theory juga membuat lirik yang sangat unik dan tergolong polos sehingga kamu yang mendengarnya pasti merasa Gue Banget!

Konsep band yang di wakili dengan nama The Coffee Theory (walaupun sebetulnya nama ini lebih ditujukan buat orang-orang dekat di lingkungan Abdul yang suka ngopi, kongkow dan ngobrolin apa saja) diharapkan dapat memberi kesegaran didunia Musik Indonesia saat ini. 

CATATAN : Abdul kini sangat dikenal juga di industri musik sebagai producer dan song writer, diantara karya-karyanya telah dibawakan oleh solois/group berbakat di Indonesia seperti Andien, Nina Tamam, 7 icon, dll 

Twitter : @abdullikecoffee @abdulovers Facebook Fan Page : Abdul And The Coffee Theory Abdul And The Coffee Theory – Happy Ending

Senin, 18 November 2013

Ada Band terbentuk pada tahun 1996, dengan anggota Ibrahim Imran (Baim) pada gitar & vokal, Iso Eddy H (Iso) pada keyboard & backing vocal, Elif Ritonga (E'el) pada drum, dan Khrisna Balagita (Khrisna) pada keyboard/piano. Pada tahun 1997, ADA Band merilis album pertama dengan judul "Seharusnya". Lagu "Seharusnya" menjadi andalan dalam album perdana mereka.

Mereka merilis album kedua, setelah vakum selama 2,5 tahun, berjudul "PerADAban 2000" di bulan Juli 1999. Lagu di album ini antara lain lagu “Oughh...!!!”, “Bilakah?”, dan “Tinggalkanlah Cinta”. Setelah album kedua, Iso dan E'el hengkang dari ADA Band.

Rama Yaya Muktio kemudian bergabung sebagai drumer menggantikan E'el. Mereka merilis album ketiga di bulan Maret 2001 berjudul "Tiara". Lagu yang terdapat dalam album ini antara lain “Tiara”, “1000 Bayang”, “Salahkah?”, dan “Belenggu & Cinta”. Bulan Desember 2001, Baim menyusul Iso dan E'el hengkang dari ADA Band.

Setelah dua tahun vakum, awal tahun 2003, ADA Band kembali menggebrak dengan formasi Khrisna Balagita pada keyboard/piano, Dika Satjadibrata pada bass & backing vocal, Rama Yaya Muktio pada drum, Marshall Suryarachman pada gitar, Donnie Sibarani pada vokal. Dengan formasi ini, ADA Band merilis album "Metamorphosis", dengan lagu unggulan antara lain “Masih (Sahabatku Kekasihku)”, “Seberkas Kisah Lalu”, & “Manja”. ADA Band juga mendapat pengakuan atas kebangkitan mereka dengan muncul diberbagai ajang penghargaan musik, di antaranya dinominasikan dalam Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2003 (dalam 4 kategori) sampai dengan Clear Top 10 Awards 2003 (dalam 3 kategori). Selain formasi baru, album ini juga berada di bawah label yang baru yaitu EMI Music Indonesia.

Untuk penutup tahun 2003, ADA Band mengumpulkan semua album ADA Band yang lama dalam sebuah album bertajuk The Best Of ADA Band – Discography. Album ini berisikan lagu-lagu yang membawa ADA Band menjadi terkenal seperti saat ini.12 (dua belas) lagu menghiasi album ini, termasuk 2 (dua) lagu romantis khas ADA Band.

Awal 2004, Rama terkena musibah, mobilnya menabrak dan dirinya luka parah. Kondisi tubuhnya yang tidak memungkinkan, akhirnya membuat Rama juga harus hengkang dari ADA Band. Sepeninggal Rama, ADA Band terpaksa berjalan walau hanya dengan 4 personel. Dibantu beberapa Additional Musicians, pada 2004 ADA Band merilis "Heaven of Love", dan "Romantic Rhapsody" pada awal 2006, serta "Cinema Story" pada pertengahan 2007.

Dalam album "Heaven of Love" terdapat 12 lagu baru. Donny berduet dengan Gita Gutawa, putri musisi Erwin Gutawa dalam lagu "Yang Terbaik Bagimu". Sedangkan lagu "Manusia Bodoh" terpilih menjadi single pertama album ini. Video klip "Manusia Bodoh" telah digarap dengan apik oleh Eugine Panji dibawah bendera Human Plus Production. Heaven of Love berhasil mencatat angka penjualan lebih dari 300 ribu kopi dalam waktu lima bulan. Dan mereka berhasil mendapat penghargaan double platinum. Enam bulan kemudian, mereka mendapat penghargaan Quadruple Award atau penghargaan karena mendapat 4x Paltinum (di Indonesia, setiap 150 ribu kaset yang terjual akan mendapat platinum). ADA Band mendapat penghargaan tersebut karena berhasil meraih penjualan 600 ribu kopi.

Album "Romantic Rhapsody" berisi 12 lagu yang masih bertemakan cinta. Album ini didukung penuh oleh PT. Softex Indonesia bekerja sama promosi dengan EMI Music Indonesia. Single “Karena Wanita (Ingin Dimengerti)” menampilkan 3 dari belia Disa Oriana, Sabrina Salsabilah dan Kartika Indah Pelapory, para bintang muda film D’Girlz Begins garapan Tengku Firmansyah. Single “Jalan Cahaya” featuring Ubiet bernuansa religius namun tetap menampilkan beat cantik ala ADA Band.

Di album "Cinema Story", Ada Band menyuguhkan 12 lagu, 6 di antaranya merupakan lagu terbaru mereka yang dibuat berdasarkan skrip skenario dari film terbaru Multivision Pictures (MVP) yang berjudul “Selamanya”. Lagu 'Nyawa Hidupku' dan 'Akal Sehat' dijadikan single andalan mereka di album ini.

Album terbaru Ada Band di tahun 2008 ini berjudul "Harmonius". Berisi 11 lagu baru dengan hits single "Baiknya". Tapi setelah peluncuran album terbaru ini, lagi-lagi Ada Band harus kehilangan satu personil lagi yaitu Khrisna Balagita yang membentuk band baru bernama De Spectrum. (wikipedia)
ABThree beranggotakan tiga wanita yang pernah menjuarai ajang Asia Bagus, sebuah festival musik junior internasional Asia yang diikuti peserta dari Indonesia, Malaysia, Jepang, Singapura, Taiwan, Korea dan Thailand.

Trio bentukan musisi Younky Soewarno ini awalnya beranggotakan Widi Mulia (Widi), Riafinda Ifani Sari (Nola), dan Lusy Rahmawati (Lusy). Namun pada tahun 2001 Lusy mengundurkan diri dan posisinya digantikan Cynthia Lamusu.

Album
1. Cintailah Aku (1995)
2. Kerinduan Ku (1997)
3. Nyanyian Cintamu
4. Auraku
5. Selamat Datang Cinta